
Cumi-cumi biasanya badannya berwarna keunguan bertitik-titik hitam, sedang cumi-cumi yang besar (hingga 20 cm) biasanya berwarna putih dengan sedikit titik-titik hitam.
Pilihlah cumi yang badannya kenyal dan tampak segar. Cumi yang layu dan tidak mengkilap biasanya sudah hampir busuk.
Cumi akan menciut usai diolah. Karena itu, hitunglah berapa jumlahnya dalam sekilo. Dengan demikian, Anda tidak kecewa ketika sekilo cumi yang Anda beli ternyata hanya menjadi satu porsi hidangan, yang tentu tak sepadan dengan jumlah anggota keluarga.
Pisahkan kepala dari badan dengan menariknya perlahan.
Buanglah Kantung tinta yang terdapat di bawah rahang dengan pisau. Jika Anda
tak berhati-hati, kantung tinta itu bisa pecah. Bagi yang suka, kantung
tinta ini bisa ikut diolah, karena lebih gurih. Namun, demi penampilan,
biasanya kantung tinta ini dibuang.Masukkan telunjuk ke dalam kantung tubuh cumi dan tarik keluar kotoran yang ada di dalamnya yang bentuknya bulatan kecil. Selebihnya, yang da di kantung tubuh adalah lemaknya.
Ketika Anda memasukkan jari ke dalam tubuh cumi, Anda akan menyentuh tulang rawan di bagian pungung sebelah dalam. Tulang rawan ini mencuat ke atas, persis di tengah punggung.
Tariklah tulang rawan yang pipih bening berbentuk perisai tersebut dan buang.
Setelah itu, cuci badan cumi di bawah aliran keran hingga benar-benar bersih, termasuk kepalanya jika ingin dimakan juga. Setelah bersih, masukkan kepala cumi ke badan masing-masing.
Sebaiknya, masukkan secara terbalik. Dengan cara ini, cumi yang sudah diolah kan tampak bulat dan tidak peot.




